Tanda-tanda Hiperemesis Gravidarum, Lebih Parah dari Morning Sickness

image

Bestmom.id, Tangerang – Mual dan muntah merupakan hal wajar yang sering terjadi pada wanita hamil. Namun, Anda perlu mengetahui ada dua kemungkinan, yaitu morning sickness atau hiperemesis gravidarum. Keduanya memiliki gejala yang sama, namun kenyataannya berbeda.

Pada masa awal kehamilan wanita yang mengalami gejala mual bahkan disertai muntah, gejala ini disebut dengan morning sickness. Hal ini akan dianggap wajar, namun bila morning sickness terjadi lebih parah dan lebih lama, maka ini disebut hiperemesis gravidarum.

Jika pada morning sickness biasanya wanita hamil bisa muntah 1-2 kali setiap pagi, maka pada hiperemesis gravidarum terparah frekuensi muntahnya bisa mencapai hingga 50 kali sehari. Jika kondisinya sudah seperti ini, wanita hamil membutuhkan perawatan khusus. Karena jika dibiarkan, efeknya bisa jadi membahayakan bagi sang ibu.
Beberapa efeknya adalah dehidrasi, masalah metabolism dan penurunan berat badan yang drastis. Meski tidak secara langsung memengaruhi janin, efek dehidrasi dari hiperemesis gravidarum dapat memengaruhi tumbuh kembang janin.

Berikut perbedaan tanda morning sickness dan hiperemesis gravidarum.

Mual dan muntah
Seperti yang dijelaskan di atas, keduanya mengalami gejala mual, namun dengan tingkat keparahan yang berbeda. Pada wanita hamil yang terkena morning sickness, rasamual mungkin jarangterjadi dan tidak akan mengganggu selera makan. Sedangkan pada wanita hamil yang terkena hiperemesis gravidarum rasa mualnya konstan sehingga mengganggu selera makan dan minum. Bahkan jika tidak segera diobati dapat menyebabkan muntah darah.

Berat badan berkurang
Pada morning sicknesss biasa, wanita hamil memang bisa saja mengalami penurunan berat badan. Namun, penurunan ini bisa naik lagi dengan cepat. Berbeda dengan wanita yang mengalami hiperemesis gravidarum, yang akan kehilangan sekitar 5 persen dari berat badan normal sebelum hamil.

Waktu muncul dan berakhirnya gejala
Wanita yang hamil akan merasakan morning sickness pada awal kehamilan dan hilang sendiri pada bulan ke-3 atau ke-4. Namun, bagi wanita hamil yang terkena hiperemesis gravidarum, biasanya gejala baru akan muncul pada bulan ke-6 kehamilan dan terus terjadi sepanjang masa kehamilan.

Kondisi tubuh
Wanita hamil yang terkena morning sickness masih bisa melakukan aktivitas walaupun tidak normal seperti biasanya. Namun sebagian besar wanita yang terkena hiperemesis gravidarum tidak akan dapat melakukan aktivitas karena tubuhnya semakin melemah.

Wanita hamil yang akan lebih mungkin mengalami hiperemesis gravidarum jika sedang hamil anak kembar. Penyebab mual dan muntah pada masa kehamilan sendiri disebabkan oleh tingginya produksi hormone human chorionic gonadotropin (HCG). Hormin ini meningkat di trimester awal karena banyak dilepaskan oleh plasenta.

Pengobatan rumahan menjadi salah satu hal penting untuk mengatasi mual dan muntah ditahap awal. Dengan begitu, ada kemungkinan kondisi ini tidak menjadi parah. Cara yang bisa dilakukan adalah menyiapkan makanan dalam porsi kecil agar perut tidak kosong dalam waktu yang lama.

Hindari konsumsi makanan yang pedas, asam, atau terlalu tinggi lemak. Hal ini justru membuat mual jadi semakin terasa. Jangan langsung berbaring atau tidur setelah makan,tunggulah makanan untuk ‘turun’ ke sisem pencernaan. Jika semua sudah dilakukan tapi mual dan muntah semakin hebat dan malah tidak hilang, lebih baik segera konsultasikan ke dokter. (EC)

Bagikan Artikel ini:

Bestmom.id

Bestmom.id merupakan portal media online yang menyajikan informasi parenting, meliputi kehamilan, kelahiran, bayi & balita, keluarga dan kesuburan

Nata Connexindo

Nata Connexindo adalah Konsultan & Partner Digital Marketing dengan paket digital lengkap. NATA menjadi solusi untuk kebutuhan digital berbagai bisnis

Newsletter

Hubungi kami sekarang juga dan dapatkan informasi terupdate dan terhits seputar parenting!

Babysitter logo